Desainer huruf atau perancang rupa huruf / typeface designer adalah sebuah profesi seseorang yang merancang / mendesain rupa huruf (typeface). Biasanya desainer huruf bekerja dipabrik huruf (font foundry), namun ada juga yang bekerja secara mandiri lalu menjual lisensinya ke pabrik huruf. Dengan perkembangan teknologi komputer dan percetakan, saat ini rupa huruf mengalami perubahan drastis. Jika dahulu rupa huruf berupa potongan logam dengan relief karakter huruf di atasnya, maka saat ini rupa huruf hanya berupa huruf digital. Rupa huruf digital inilah yang oleh pabrik huruf di distribusikan ke konsumer melalui internet atau CD/DVD.
Profesi Desainer huruf tradisional dimulai ketika Johannes Gutenberg pertama kali menemukan sistem cetak-mencetak dengan menggunakan movable type pada tahun 1450. Desainer huruf tradisional bertugas mengukir relief karakter huruf di tiap potongan logam. Untuk standardisasi ukuran huruf digunakan beberapa sistem, salah satunya adalah sistem pengukuran dalam satuan point, yang ditemukan pertama kali oleh Pierre Fournier, desainer huruf dari Perancis, pada tahun 1737.
Dengan perkembangan teknologi, dan perubahan cara pembuatan rupa huruf, melahirkan profesi Desainer huruf digital, yang sama sekali tidak berhubungan dengan cara tradisional (mengukir huruf di atas potongan logam). Saat ini desainer huruf merancang rupa huruf karyanya di dalam komputer dengan perangkat lunak (software) tertentu seperti: Fontlab 5,Fontographer, dan lain-lain. Rupa huruf yang dihasilkan berupa format digital yang bisa digunakan di Komputer. Format ini dapat berupa Opentype, TrueType, PostScript, ataupun Web Open Font Format (WOFF).
Dalam tipografi (ilmu tentang tulisan/huruf), huruf berkait atau biasa disebut dengan serif adalah jenis huruf yang memiliki kait pada bagian ujung strokes (goresan). Dalam beberapa referensi tipografi, rupa huruf serif juga sering disebut rupa hurufRoman, mengacu pada sejarah awalnya yang digunakan oleh bangsa Romawi.
Huruf Serif awalnya sering digunakan pada sistem cetak-mencetak tradisional, dan berkembang setelah ditemukannyamesin cetak oleh Johannes Gutenberg. Menurut beberapa penelitian, rupa huruf serif lebih sering digunakan untuk huruf cetak mencetak, karena unsur kontinuitas yang dihasilkan dari kait di bagian goresannya. Namun untuk penggunaan digital dan tampilan di layar komputer dengan resolusi rendah, memiliki efek sebaliknya. Serif di bagian goresan huruf ini sering tampak hilang ataupun terlalu besar, sehingga menggangu tingkat legibility dan keterbacaan.
Klasifikasi huruf berkait
- Old Style; Contoh: Adobe Jenson, Arno, Berkeley Old Style, Centaur, Cloister, Fairfield, Legacy, dan Trinité
- Transitional; Contoh: Times New Roman, Baskerville, Bookman, Century, Georgia dan Plantin
- Modern; Contoh: Bodoni dan Didot
- Slab Serif; Contoh: Clarendon, Rockwell dan Courier
Tidak ada komentar:
Posting Komentar